PENGALAMAN PERTAMA TRAVELLING KE JEPANG (PART 1)

PENGALAMAN TRAVELLING KE JEPANG



Sebelumnya gak pernah ada bayangan sama sekali ke luar negeri. Bayangin ke Malaysia atau Singapore yang deket-deket aja gak pernah. Saya memang suka jalan-jalan, tapi ya gitu sekitaran pulau jawa aja, gak pernah main sampai jauh-jau.

Tapi Harapan itu ada ketika selepas kuliah. Diterima bekerja di salah satu perusahaan Travel sebagai Tour Consultant, sehari-hari membantu menangani kebutuhan customer yang akan Travelling ke luar negeri khususnya Jepang. Setelah dua bulan bekerja, Tibalah momen saat diberikan kesempatan untuk menjamah Negeri Sakura, tentunya bukan dalam rangka jalan-jalan bebas kesana namun bekerja menemani tamu yang sedang travelling ke Negara Jepang. Dulu, bayangin kerja sambil jalan-jalan adalah suatu hal yang utopis, bagi saya cuma ada dalam drama atau tayangan televisi. Tapi, sekarang saya merasakannya sendiri bagaimana rasanya my work my travelling.
 

Bahagia? Pastinya! Tapi saya super deg-deg'an.
Pertama, saya belum pernah sama sekali ke luar negeri. Belum punya Paspor, Visa dan perlengkapan segala macemnya
Kedua, Negara yang dikunjungi adalah Jepang yang dikenal berbiaya mahal dan tidak punya persiapan apa-apa juga kesana
Ketiga, iya kalau kesana tujuannya happy-happy mah masih kalem. Ini nemenin orang jalan-jalan, nyiapin perlengkapan grup tour untuk travelling tapi belum ada pengalaman sebelumnya. Selama 1 minggu sebelum keberangkatan saya gak bisa tidur normal, setiap hari mantengin youtube, Ittenarary, membayangkan pertanyaan apa saja yang akan ditanyakan oleh tamu dan menyiapkan jawabannya, menyiapkan perlengkapan segala macamnya.
dengan segala keawaman dan keriwehan banyak cerita super menggelitik kalau diingat selama di Jepang 

Oke yang pertama wajib dipunya sebelum terbang kesana adalah Paspor dan Visa. Karena saya belum pernah sama sekali menginjakkan kaki diluar Indonesia tentunya Paspor adalah hal pertama yang perlu untuk disiapkan.
Kepengurusan Paspor saya memilih datang langsung ke kantor imigrasi dan mengurus paspor reguler, biaya kepengurusannya hanya Rp. 350.000 saja karena ini adalah perjalanan untuk urusan pekerjaan maka kepengurusan visa menjadi hal yang mudah karena tidak perlu adanya saldo rekening 3 bulan terakhir minimal 30 Juta sebagai salah syarat visa (Ketahuan banget ya sobs missqueen wkwkwk)

Urusan Paspor dan visa kelaaar. Selanjutnya adalah urusan perlengkapan pribadi. Mulai lah searching by google perlengkapan apa saja yang diperlukan selama travelling disaat musim winter. Persiapan mulai dari Jaket winter, sarung tangan, kaos kaki, penutup kepala dan telinga, sweater tak lupa juga multivitamin. 
dan yang terpenting benar-benar mempelajari ittenarary, rute perjalanan dengan sebaik-baiknya dengan seksama. Tiap hari muter video tentang akihabara, asakusa, tokyo camii, odaiba, harajuku, shibuya, dan lain-lainnya hingga terngiang-ngiang selalu di kepala. Moda Transportasi utama di jepang adalah Kereta dengan rute yang super banyak dan rumit kalau belum tahu dan terbiasa , maka saya menginstall aplikasi rute kereta dan selalu berteman pada google maps. Dan satu lagi wajib dibawa adalah modem, paket roaming di luar negeri mahal euy tidak sanggup rasanya kalau mengandalkan roaming, Wifi portable adalah jawabannya dengan harga yang lebih terjangkau dari paket roaming yang ditawarkan provider. Tentunya karena ini adalah urusan kerja, saya hanya perlu membawa saja dan tidak perlu membayar :D

Pesawat mulai berangkat tanggal 09 Februari 2020 pukul 06.45 artinya grup sudah harus stand by 3 jam sebelum keberangkatan dan artinya juga saya harus sampai disana sebelum tamu datang, berangkat dari daerah rumah jam 02.30 sampai di Bandara jam 03.00 , persiapan segala macamnya dan memastikan kalau saya tidak kesiangan bangun maka tidak tidur adalah hal yang terbaik 

Fly with Japan Airlines
Sampai di Bandara terminal 3 bertemu dengan tim handling bandara yang akan membantu tamu untuk proses check in bagasi satu persatu keluarga sudah datang dan mulai dengan perkenalan diri sebagai fasilitator tour di Jepang (Belum berani nyebut sebagai tour leader hahaha) dan rasa deg-deg itu muncul terus-menerus.

urusan keberangkatan di bandara sudah oke, mulailah petualangan dimulai. Pulang-Pergi Jakarta-Tokyo dengan menggunakan pesawat Japan Airlines, perjalanan tanpa transit dan kurang lebih memakan waktu 7 jam perjalana.

Karena adanya perbedaan waktu antara Tokyo dan Jakarta 2 jam, sampai di Narita kurang lebih waktu sore hari menjelang maghrib, dari Narita naik Skyliner untuk menuju Hotel di daerah Nippori.
 Begitu sampai di Tokyo, Buseeet... dinginnya bukan main euyyy, jaket winter yang saya beli tidak mampu menangkal dinginnya Tokyo, sama guidenya diberi tahu kalau kita perlu memakai pakaian dengan bahan heat teach dan konyolnya saya tidak punya , alhasil hari pertama dan kedua seketika ingin pingsan saja begitu ada waktu langsung ke Uniqlo yang gedungnya juga jadi satu dengan brand GU, harganya lebih terjangkau dari Indonesia dan uniknya disana transaksi pembayaran menggunakan Machine, barang yang kita beli dimasukkan saja ke kotak mesinnya dan secara otomatis akan keluar berapa Yen yang harus dibayarkan, pembayaran bisa dengan uang cash dengan memasukkan uangnya ke mesin atau bisa dengan kartu debit/kredit 

Oh iya, tentunya saya menginap di hotel yang berbeda dengan tamu dengan harga penginapan yang lebih terjangkau. Kalau tamu menginap di dekat stasiun Nippori, kalau saya di dekat stasiun Okachimachi dan Ueno tapi gak dekat juga ding, perlu jalan 1 km dulu dari penginapan ke stasiun Okachimachi ataupun Ueno, Saya menginap di Hotel Uno Ueno satu kamar 4 bed (campur dengan pengunjung lain) dan penginapan di jepang memang cenderung sempit-sempit ya, tidak seperti Indonesia yang lebih luas, Koper pun bingung ditaruh dimana. Tapi saya cukup happy dengan hotelnya karena bersih banget pastinya, nyaman meski sempit, ada dapur umumnya, dan setiap dari hotel ke stasiun selalu melewati Ameyokocho. Awalnya saya tidak tahu kalau itu Ameyoko, dan awal kali kesana juga nyasar-nyasar untuk nyari hotel, baru tahu kalau yang setiap hari saya lewati adalah Ameyoko ketika hari keempat di Tokyo, bodoh sekali ya memang padahal tiap hari lewat, makan disana, tapi gak sadar hahaha. Dekat stasiun Ueno juga ada Ueno Park yang sangat luas, ada danau dan temple nya juga, kalau musim semi penuh dengan bunga sakura, kemarin pun menemukan beberapa pohon sakura yang sudah mulai bermekaran meski masih winter.

Jalanan Area Hotel
 
Ueno Park



Next Story, akan kita lanjut ke postingan blog selanjutnya :)

You Might Also Like

0 komentar